Banjarmasin (MAN 2 Kota Banjarmasin) - Sebanyak 15 (lima belas) murid MAN 2 Kota Banjarmasin mengikuti Try Out Akbar Banua Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Prima Mandiri Utama (PMU), Kamis (03/09/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. H. Idham Zarkasi, S.H., Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini menjadi salah satu kesempatan bagi para murid untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi atmosfer kompetisi dan seleksi pendidikan maupun karier.
Banua Competition 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang menguji kemampuan peserta dalam menjawab soal. Kegiatan ini juga membawa pesan yang lebih luas tentang pentingnya menyiapkan generasi muda agar memiliki daya saing di tengah persaingan pendidikan dan masa depan yang semakin kompetitif. Hal tersebut sejalan dengan pesan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang disampaikan saat membuka Banua Competition 2026 melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mereka juga perlu memiliki ketangguhan, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Menurutnya, kompetisi merupakan salah satu ruang penting bagi generasi muda untuk menguji kemampuan sekaligus membangun mental juang agar mampu menghadapi persaingan yang lebih luas.
Pesan tersebut terasa relevan dengan keikutsertaan murid MAN 2 Kota Banjarmasin dalam kegiatan ini. Sebab, tujuh murid mengikuti kategori Sekolah Kedinasan, lima murid mengikuti kategori TNI/Polri, dan tiga murid lainnya mengikuti kategori SNBT. Ketiga kategori tersebut sekaligus menggambarkan beragam pilihan pendidikan dan karier yang sedang dipersiapkan oleh para murid tingkat menengah atas.
Sebanyak 15 murid MAN 2 Kota Banjarmasin yang mengikuti kegiatan ini memiliki pilihan orientasi yang beragam. Tujuh murid mengikuti kategori Sekolah Kedinasan, yakni Ahmad Bahtianur, Dimas Syafwan Legowo, Ismi Azizah, Luthfiy Ahmad, Muhammad Dimas Isdaryono, Muhammad Rafif Al Ikhsan, dan Muhammad Zaiennur Mufti.
Lima murid lainnya, yaitu Aurellia Ramadhana, Muhammad Daiva Almadani, Muhammad Deas Sultan Nugraha, Muhammad Huda Ibni Syahid, dan Syen Alvasia mengikuti kategori TNI/Polri. Sementara tiga murid, Aqso Parikesit Putra Slamet, Muhammad Razaq, dan M. Rafi Ghazali, mengikuti kategori SNBT.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan registrasi peserta dan tamu. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PMU, dan pembacaan doa, kemudian pembukaan serta sambutan-sambutan. Peserta selanjutnya memperoleh penjelasan teknis sebelum mengikuti sesi try out yang mencakup SMA, SNBT, TNI/Polri, dan Sekolah Kedinasan.
Menariknya, kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan try out. Setelah sesi tes, peserta mengikuti ice breaking, kemudian dilanjutkan dengan Career Roadmap Session dan analisis nilai yang melibatkan tim marketing, narasumber, alumni, serta tim akademik. Rangkaian kegiatan kemudian diteruskan dengan sesi Trik & Tips General Manager, pengumuman dan penyerahan doorprize, hingga penutupan dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga sekitar pukul 13.40 WITA.
Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Hj. Ismariati Munziah, S.Ag., M.A., mengungkapkan bahwa yang paling penting dari kegiatan seperti ini bukan hanya hasil akhirnya, tetapi pengalaman anak-anak dalam mengukur kemampuan diri.
“Dari hasil try out mereka dapat mengetahui posisi mereka saat ini, bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih harus diperbaiki. Dengan begitu, mereka mempunyai waktu untuk melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri dengan lebih baik,” ungkap Isma.
Menurutnya, pengalaman mengikuti try out juga dapat membantu murid membangun kesiapan mental. Mereka belajar menghadapi tekanan waktu, berhadapan dengan peserta dari lingkungan yang berbeda, serta membiasakan diri mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Hal-hal semacam itu menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi seleksi pendidikan maupun karier yang sesungguhnya.
Kehadiran Career Roadmap Session dan analisis nilai dalam rangkaian Banua Competition 2026 juga memberikan dimensi lain bagi peserta. Murid tidak hanya diajak berlatih mengerjakan soal, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai arah pendidikan dan karier. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh tidak berhenti pada kemampuan menjawab soal, tetapi berlanjut pada proses mengenali potensi diri dan menentukan langkah yang ingin ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.
Penulis : Taufik
Foto : Sabrina
Redaktur/Editor : Riduan
Komentar (0)