Banjarmasin (MAN 2 Kota Banjarmasin) - Sebanyak 10 (sepuluh) murid MAN 2 Kota Banjarmasin menerima hadiah dan souvenir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi mereka sebagai komentator terbaik dalam kegiatan Nonton Bareng Film Buya Hamka yang diselenggarakan Perpustakaan MAN 2 Kota Banjarmasin. Penyerahan hadiah berlangsung di Ruang Induk Perpustakaan MAN 2 Kota Banjarmasin, Jumat (21/08/2026).
Kegiatan apresiasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian tindak lanjut kegiatan nonton bareng film Buya Hamka yang sebelumnya dilaksanakan sebagai media pembelajaran alternatif bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya diajak menyaksikan film, tetapi juga didorong untuk menyampaikan pandangan, kesan, serta nilai-nilai yang mereka tangkap dari perjalanan hidup dan perjuangan Buya Hamka.
Sepuluh murid yang dinilai sebagai komentator terbaik adalah Rahimah (XII-C), Sahla Aulia Safina (XI-B), Faizah Hasanah (XI-H), Muhammad Hafidz (XI-G), Lamis (X-J), Muhammad Ridho Rahman (XI-D), Aprilia Zia Al-Husna (X-E), Naraya Balqis Sheba (XII-C), Diva Dinul Auliyah (XI-J), dan Lintang Cayla Ramadayanti (XII-A).
Penyerahan hadiah dilakukan oleh Wakil Kepala MAN 2 Kota Banjarmasin Bidang Akademik, Hj. Ismariati Munziah, S.Ag., M.A., didampingi Kepala Perpustakaan MAN 2 Kota Banjarmasin, Hj. Fathiah, S.Ag., M.A. Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh apresiasi.
Hj. Ismariati Munziah menyampaikan bahwa pemberian hadiah tersebut bukan semata-mata sebagai bentuk penghargaan atas hasil komentar para murid, tetapi juga sebagai dorongan agar mereka berani menyampaikan gagasan dan pendapat.
“Yang kami apresiasi bukan hanya komentarnya, tetapi keberanian anak-anak untuk berpikir, menangkap pesan dari film, kemudian menyampaikannya dengan bahasa mereka sendiri. Mudah-mudahan penghargaan kecil ini bisa menjadi penyemangat untuk terus membaca, menonton dengan kritis, dan berani menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran tidak selalu harus berlangsung melalui buku teks dan kegiatan di dalam kelas. Film juga dapat menjadi media untuk mengenalkan keteladanan, sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didik.
“Film seperti Buya Hamka memberi banyak hal yang bisa didiskusikan. Anak-anak bisa belajar tentang perjuangan, pendidikan, literasi, keislaman, sekaligus bagaimana seorang tokoh menghadapi berbagai persoalan dalam hidup. Ketika mereka kemudian memberikan komentar, di situlah proses berpikirnya terlihat,” tambah Ismariati.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan MAN 2 Kota Banjarmasin, Hj. Fathiah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan upaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang lebih hidup dan tidak terbatas pada aktivitas membaca buku.
“Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku. Perpustakaan juga harus menjadi ruang untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan mengembangkan keberanian anak-anak dalam menyampaikan gagasan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang menarik bagi peserta didik.
“Anak-anak ternyata punya banyak pendapat ketika diberi ruang untuk berbicara. Karena itu, kami ingin terus memberikan kesempatan seperti ini. Semoga mereka semakin percaya diri dan terbiasa menyampaikan gagasan dengan baik,” tuturnya.
Salah seorang penerima apresiasi, Rahimah dari kelas XII-C, mengaku senang sekaligus tidak menyangka komentarnya mendapat apresiasi. Menurutnya, kegiatan nonton bareng tersebut memberikan pengalaman berbeda karena peserta didik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diminta memaknai cerita yang disaksikan.
“Awalnya saya menonton seperti biasa, tetapi setelah diminta memberikan komentar, saya jadi lebih memperhatikan pesan dan perjalanan tokohnya. Ternyata banyak hal yang bisa dipelajari dari film tersebut. Saya senang sekali ketika mendapat apresiasi ini,” ungkap Rahimah.
Penulis : Taufik
Foto : Fathiah
Redaktur/Editor : Riduan
Komentar (0)