Babinsa: Jadikan Sejarah Kelam Bangsa Sebagai Pelajaran Berharga


Banjarmasin – MAN 2 Model. Generasi penerus bangsa tidak boleh lupa dengan sejarah, termasuk sejarah kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia, salah satunya peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia yang dikenal sebagai G 30 S/ PKI.

Demikian disampaikan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1007-01 Banjarmasin Timur, Kurdin, saat memberikan pengantar di hadapan ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin sebelum kegiatan nonton bareng film Pemberontakan G 30 S/PKI di ruang belajar PSBB MAN 2 Model, Sabtu (30/09/17).

Sejarah tersebut lanjut Kurdin, harus dijadikan pelajaran berharga agar peristiwa tragis tersebut tidak terulang kembali di masa mendatang. “Melalui nonton bareng ini diharapkan agar generasi muda bisa mengerti dan memahami sejarah perjalanan bangsa, bahwa bangsa ini pernah mengalami peristiwa kelam dengan adanya G 30 S/PKI tanggal 30 September 1965,” ujarnya.

Meski film karya Arifin C Noer berdurasi 271 menit tersebut kini dinilai kontroversial, Kurdin yakin film tersebut mengingatkan kembali sejarah mengenai pengkhianatan yang pernah dilakukan partai komunis. Film ini juga mengingatkan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berketuhanan sesuai dengan sila pertama Pancasila. “Penting disadari generasi muda, bahwa negara Indonesia melarang mereka yang memiliki paham ateisme atau tidak bertuhan,” katanya.

Kepala MAN 2 Model, Riduansyah, M.Pd pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa pelaksanaan nonton bareng merupakan salah satu bentuk komunikasi antara pihak madrasah dengan jajaran TNI, sebagai bentuk pembelajaran dan pemahaman tentang sejarah kelam bangsa Indonesia.

“Siswa madrasah saat ini kebanyakan lahir tahun 2000 ke atas, sehingga tidak paham betul tentang sejarah kelam bangsa kita, maka dengan nonton film ini, diharapkan nantinya mengerti bahaya laten komunis di Indonesia,” terang Kamad.

Bukan hanya itu, setelah menonton film, para siswa juga diberikan penugasan untuk merangkum dan membuat resensi film yang berkaitan dengan sejarah pemberontakan PKI tersebut. “Ini adalah bagian dari pembelajaran literasi sekaligus pembentukan karakter patriotisme atau cinta tanah air,” tegasnya.

Salah seorang siswa MAN 2 Model, Syauhan Ajmi menyatakan, pemutaran film tersebut sangat ditunggu-tunggu bersama teman-temannya. “Kami juga berhak tahu sejarah bangsa Indonesia seperti adanya G30S/PKI. Karena dalam mata pelajaran Sejarah saat ini sedikit sekali diulas rangkaian peristiwa kelam tersebut,” ungkapnya. (Rep/ Ft: Taufik).

Previous Kabid Penmad: Akreditasi Madrasah Harus Didukung Tim yang Solid
Next Kamad: Pengurus PMR Harus Jadi Relawan Muda yang Baik

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.