Banjarmasin (MAN 2 Kota Banjarmasin) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Banjarmasin menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring bagi seluruh murid kelas X, XI, dan XII selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 2 s.d 4 September 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di wilayah Kalimantan Selatan.
Pelaksanaan PJJ ini telah mendapat persetujuan dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banjarmasin melalui Surat Nomor B-2821/Kk.17.01-2/PP.00.6/09/2026 tanggal 1 September 2026 tentang Persetujuan Pelaksanaan Pembelajaran Daring akibat Kabut Asap.
Dalam surat tersebut, Kepala Kankemenag Kota Banjarmasin, H. Saipudin, S.Ag., M.Pd.I., menyetujui permohonan MAN 2 Kota Banjarmasin untuk melaksanakan pembelajaran melalui sistem daring bagi seluruh peserta didik, sementara guru tetap melaksanakan pembelajaran dan tugas kedinasan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan.
Kepala MAN 2 Kota Banjarmasin, Dr. H. Abdul Hadi, M.PKim., menjelaskan bahwa perubahan moda pembelajaran tersebut tidak mengurangi kewajiban murid untuk mengikuti kegiatan belajar. Seluruh pembelajaran tetap dilaksanakan berdasarkan jadwal yang berlaku melalui platform atau media pembelajaran daring yang telah ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran.
“PJJ ini bukan berarti anak-anak libur. Pembelajaran tetap berjalan sesuai jadwal, hanya pelaksanaannya dilakukan dari rumah. Murid tetap mengikuti presensi, menerima materi, mengerjakan tugas, dan berkomunikasi dengan guru seperti biasa,” jelas Abdul Hadi.
Ia menambahkan, selama PJJ berlangsung, guru tetap memberikan layanan pembelajaran kepada murid, mulai dari penyampaian materi, penugasan, bimbingan, hingga pemantauan kehadiran dan aktivitas belajar. Dengan demikian, proses pendidikan tetap dapat berjalan meskipun pembelajaran tatap muka sementara waktu tidak dilaksanakan.
Abdul Hadi juga mengharapkan peran aktif orang tua atau wali murid untuk mendampingi putra-putrinya selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Menurutnya, dukungan keluarga diperlukan agar murid tetap disiplin mengikuti jadwal pembelajaran sekaligus dapat menjaga kondisi kesehatan di tengah kabut asap.
“Kami mohon dukungan orang tua untuk mendampingi anak-anak selama PJJ. Pastikan mereka tetap mengikuti pembelajaran dengan baik, tetapi pada saat yang sama jangan memaksakan aktivitas jika kondisi kesehatan kurang memungkinkan,” tuturnya.
Sejalan dengan kondisi tersebut, seluruh warga MAN 2 Kota Banjarmasin juga diimbau untuk mengutamakan kesehatan, membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga asupan air putih yang cukup, serta menggunakan masker yang sesuai apabila harus melakukan aktivitas di luar rumah.
Pihak madrasah akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran. Ketentuan pembelajaran setelah 4 September 2026 akan disampaikan kemudian dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara dan arahan dari pimpinan maupun instansi terkait.
“Kita akan terus melihat perkembangan kondisi udara. Setelah tanggal 4 September, pelaksanaan pembelajaran akan dievaluasi kembali. Jika kondisi sudah memungkinkan dan ada arahan untuk kembali tatap muka, tentu akan kita informasikan kepada seluruh warga madrasah,” pungkas Abdul Hadi.
Melalui kebijakan ini, MAN 2 Kota Banjarmasin berupaya memastikan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung secara efektif sekaligus memberikan perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan seluruh warga madrasah selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih terjadi.
Penulis : Taufik
Foto : Taufik
Redaktur/Editor : Riduan
Komentar (0)