Banjarmasin (MAN 2 Kota Banjarmasin) - Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi terus dilakukan MAN 2 Kota Banjarmasin. Salah satunya melalui keikutsertaan guru dalam Pelatihan ORF (Onboarding, Reboarding, & Feature) Alef Education Kalimantan Selatan Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026–2027 yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet, Kamis (20/08/2026).
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pelatihan Alef bagi guru madrasah di Kalimantan Selatan. Berdasarkan jadwal yang disampaikan Alef Education, sesi 20 Agustus 2026 diperuntukkan bagi peserta dari Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru. Pelatihan dilaksanakan secara daring dengan waktu mulai pukul 14.00 WITA.
Kegiatan ini diikuti oleh guru dari berbagai jenjang dan mata pelajaran, meliputi guru Matematika MTs, guru Bahasa Arab jenjang MI, MTs, dan MA, serta guru Bahasa Inggris jenjang MI, MTs, dan MA. Adapun dari MAN 2 Kota Banjarmasin, kegiatan tersebut juga diikuti oleh Taufikurrakhman, S.Pd.I., salah satu guru Bahasa Arab.
Pelatihan dipandu oleh Kania Amalia, selaku Success Coach Alef. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memperkuat kembali pemanfaatan platform Alef Education, mulai dari pengelolaan akun dan kelas hingga pendalaman berbagai fitur yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Secara umum, program pelatihan Alef memang diarahkan untuk membantu guru membuat atau mengatur ulang akun, membuat kelas, mengundang siswa, serta mendalami berbagai fitur yang tersedia pada platform.
Dalam pemaparannya, Kania menekankan pentingnya guru mengenali fitur-fitur Alef secara lebih optimal agar teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran. Fitur seperti kartu pelajaran, kuis, dan pemantauan progress siswa dapat dimanfaatkan untuk membuat proses belajar lebih interaktif sekaligus membantu guru melihat perkembangan peserta didik.
“Guru perlu terus mencoba dan mengeksplorasi fitur yang tersedia. Jangan sampai teknologi hanya digunakan sebagai tempat menyimpan materi. Kalau dimanfaatkan dengan baik, platform ini bisa membantu guru membuat pembelajaran lebih menarik dan memberi pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa,” ujar Kania.
Selain pengenalan fitur, pelatihan juga mengangkat pentingnya integrasi kurikulum, pemanfaatan multimedia, pemantauan kemajuan belajar siswa, serta kolaborasi antara guru dan peserta didik. Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan, dukungan teknis, pembaruan konten, dan evaluasi berkala agar pemanfaatan platform dapat memberikan hasil yang lebih efektif.
Kania menilai pelatihan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memastikan pemanfaatan teknologi benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran.
“Dengan adanya pelatihan seperti ini, kita ingin pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton. Guru juga harus terus mengembangkan pembelajaran yang sudah ada. Teknologi akan lebih bermakna kalau benar-benar digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih baik kepada siswa,” tuturnya.
Sementara itu, Taufikurrakhman, S.Pd.I., yang mengikuti pelatihan sebagai guru Bahasa Arab MAN 2 Banjarmasin, memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan lanjutan seperti ORF penting karena memberikan kesempatan kepada guru untuk kembali mengeksplorasi dan memperdalam penggunaan platform yang sudah digunakan dalam pembelajaran.
“Pelatihan ini sangat membantu karena kita tidak hanya diperkenalkan dengan platformnya, tetapi juga diajak melihat kembali bagaimana fitur-fitur yang ada bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran. Untuk Bahasa Arab, saya melihat cukup banyak ruang yang bisa dikembangkan agar pembelajaran lebih interaktif,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran perlu tetap disertai kreativitas dan pertimbangan pedagogis dari guru. “Platform hanyalah alat. Yang paling menentukan tetap bagaimana guru menggunakannya. Kalau guru mau terus belajar dan mencoba, saya kira Alef bisa menjadi salah satu pendukung pembelajaran Bahasa Arab yang lebih menarik bagi siswa,” tambahnya.
Program pelatihan dasar Alef sendiri menjadi bagian dari agenda penguatan pemanfaatan teknologi pendidikan di madrasah Kalimantan Selatan. Alef Education sebelumnya menyampaikan bahwa program tersebut ditujukan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi pendidikan, sekaligus menyelaraskan program dengan kebutuhan madrasah.
Penulis : Taufik
Foto : Istimewa
Redaktur/Editor : Riduan
Komentar (0)