Banjarmasin (MAN 2 Kota Banjarmasin) - Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Banjarmasin mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia secara virtual dari tempat masing-masing, Sabtu (01/08/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, tersebut menjadi momentum spiritual untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB itu diikuti oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara langsung maupun melalui jaringan daring. Di MAN 2 Kota Banjarmasin, kegiatan diikuti oleh Kepala Madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta unsur keluarga besar madrasah sebagai bentuk dukungan terhadap ikhtiar spiritual nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Agama.
Kepala MAN 2 Kota Banjarmasin, Dr. H. Abdul Hadi, M.PKim., menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar agenda seremonial dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa syukur, serta memperkokoh komitmen kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan nikmat yang sangat besar dan harus disyukuri. Salah satu bentuk rasa syukur tersebut adalah dengan memperbanyak zikir dan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan perpecahan. Saya mengajak seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Banjarmasin untuk berpartisipasi dalam Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai ikhtiar spiritual demi kemajuan dan keberkahan bangsa Indonesia," ujar Abdul Hadi.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik yang religius, moderat, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual dan kebangsaan perlu terus ditanamkan sebagai bagian dari budaya madrasah.
Rangkaian Zikir dan Doa Kebangsaan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebangsaan, di antaranya khataman Al-Qur'an, salat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zian Fahrezi, serta doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh para tokoh agama dari berbagai pemeluk agama di Indonesia. Susunan acara tersebut mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kepala Madrasah menilai bahwa pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi simbol kuat bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas nilai religiusitas, persaudaraan, dan gotong royong. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan.
"Melalui zikir dan doa bersama, kita tidak hanya memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, serta gotong royong sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Semoga semangat kebangsaan ini terus tumbuh di hati seluruh warga madrasah, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, salah seorang guru MAN 2 Kota Banjarmasin, Khairil Fitri, M.Pd. menilai bahwa kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan memiliki makna yang sangat strategis dalam membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial peserta didik.
"Madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan semangat cinta tanah air. Melalui kegiatan seperti ini, peserta didik belajar bahwa mencintai Indonesia juga diwujudkan dengan memperbanyak doa, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan akhlak mulia. Spirit inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa," ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, MAN 2 Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program Kementerian Agama yang bertujuan memperkuat karakter religius dan nasionalisme warga madrasah. Momentum menyambut Bulan Kemerdekaan diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga amanah yang harus dijaga melalui persatuan, kerja keras, pengabdian, serta doa yang senantiasa dipanjatkan demi kemajuan Indonesia.
Penulis : Taufik
Foto : Istimewa
Redaktur/Editor : Riduan
Komentar (0)