Banjarmasin (MAN 2 Kota Banjarmasin) - Dalam rangka memperkuat transformasi digital pembelajaran di madrasah, guru Bahasa Arab dan Bahasa Inggris MAN 2 Kota Banjarmasin mengikuti Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Alef Education Tahun 2026 Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kasi Penmad Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah, serta guru Bahasa Arab dan Bahasa Inggris jenjang MI, MTs, dan MA se-Kalimantan Selatan.
Keikutsertaan guru MAN 2 Kota Banjarmasin dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Program Alef Education diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin efektif, inovatif, adaptif, dan bermutu.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, Abdurrahman, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat transformasi digital pembelajaran di madrasah.
"Kegiatan ini memiliki arti penting sebagai bagian dari upaya kita bersama memperkuat transformasi digital pembelajaran di madrasah. Kita ingin pemanfaatan teknologi dapat mendukung pembelajaran yang semakin efektif, inovatif, adaptif, dan bermutu," ujarnya.
Abdurrahman menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pembelajaran, termasuk platform Alef Education, tidak boleh berhenti sebatas penggunaan alat atau aplikasi, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
"Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran, termasuk platform Alef Education ini, kita berharap transformasi digital tidak berhenti hanya sebagai alat atau aplikasi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan proses dan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, serta pengalaman belajar peserta didik di madrasah," tuturnya.
Ia juga meminta jajaran Kementerian Agama di tingkat kabupaten/kota turut mengawal dan mendorong implementasi program tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan lancar.
"Kepada seluruh Kepala Kemenag Kabupaten Kota dan Kasi Penmad, kami berharap program ini terus dikawal dan didorong. Dukungan dari semua pihak sangat penting agar program yang sudah dirancang ini dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh madrasah," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Penmad, Agung Nugroho, M.S.I., M.Pd.I., menyampaikan laporan mengenai adopsi dan penggunaan platform Alef Education di Provinsi Kalimantan Selatan selama 2025–2026.
Berdasarkan laporan tersebut, jumlah pengguna yang telah terdaftar di platform Alef mencapai 25.039 peserta didik dan 1.021 guru. Adapun pengguna yang telah menggunakan platform tersebut setidaknya satu kali dalam satu tahun ajaran tercatat sebanyak 24.369 peserta didik atau 97 persen, serta 1.018 guru atau 99 persen. Tingkat kepuasan pengguna yang dilaporkan mencapai 95 persen.
Agung juga memaparkan statistik pengguna berdasarkan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang diurutkan berdasarkan jumlah guru yang telah melakukan onboarding, mulai dari jumlah terbanyak hingga terendah. Data tersebut menjadi gambaran perkembangan adopsi platform Alef sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat implementasinya di masing-masing wilayah.
Selanjutnya, Succes Coach Alef Kalimantan Selatan, Kania Amalia, memaparkan berbagai program Alef Education, gambaran umum layanan dan pemanfaatan platform, jadwal pelatihan onboarding guru madrasah Kalimantan Selatan, hingga rencana pelaksanaan Try Out TKA tingkat MA.
Paparan tersebut memberikan gambaran lebih lanjut kepada para peserta mengenai rangkaian program yang akan dilaksanakan sekaligus tahapan yang perlu dipersiapkan oleh guru dan madrasah dalam mengoptimalkan pemanfaatan platform Alef.
Salah seorang peserta dari MAN 2 Banjarmasin, Taufikurrakhman, S.Pd.I., yang merupakan guru Bahasa Arab, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai diseminasi dan pelatihan yang berkaitan dengan platform Alef sangat bermanfaat serta mendukung pengembangan pembelajaran Bahasa Arab di madrasah.
"Mata pelajaran Bahasa Arab yang saya ampu sudah menggunakan platform Alef. Fasilitas yang tersedia dalam platform ini cukup lengkap dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi secara interaktif. Tentunya, program dari Kementerian Agama ini akan kami jalankan dan kami dukung sepenuhnya dalam implementasinya di madrasah," ungkapnya.
Menurut Taufik, keberadaan platform pembelajaran digital memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan variasi pembelajaran sekaligus membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif.
"Bagi guru, tentu kita perlu terus belajar dan mengeksplorasi fitur yang tersedia agar penggunaannya tidak hanya sebatas formalitas. Kalau dimanfaatkan dengan baik, platform ini bisa menjadi bagian dari strategi pembelajaran Bahasa Arab yang lebih menarik bagi murid," tambahnya.
Keikutsertaan guru Bahasa Arab dan Bahasa Inggris MAN 2 Kota Banjarmasin dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Alef 2026 menjadi bagian dari langkah madrasah dalam memperkuat kompetensi profesional pendidik sekaligus mendorong penerapan pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama, madrasah, dan Alef Education Indonesia, transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada pengenalan platform, tetapi berkembang menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi guru, memperkaya metode pembelajaran, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna bagi peserta didik.
Penulis : Taufik
Foto : Taufik/Fathiah
Redaktur/Editor : Riduan
Komentar (0)