Direktur BNPT: Guru Seni Budaya dan Sastra Sebarkan Pesan Anti Radikalisme


Banjarmasin – MAN 2 Model. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Polisi Hamli mengatakan, sastrawan, budayawan, serta guru Seni dan Budaya harus menyebarkan pesan anti kekerasan, menyampaikan karsa kepada siswa, anak-anak dan semua remaja, saat membuka acara Dialog/Pagelaran Sastra yang bertema Sastra Cinta Damai, Cegah Paham Radikal yang diadakan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan di Hotel Aria Barito Banjarmasin, Selasa (31/05/17).

“Upaya tersebut sangat penting mengingat gerakan radikal sudah merasuk ke segala simpul kehidupan,“ tambahnya.

Hamli juga sangat mengapresiasi kegiatan yang merangkul para seniman, budayawan dan para guru seni budaya dan sastra tersebut yang menurutnya merupakan langkah strategis dan terpadu untuk bersama sama menanggulangi terorisme. “Seni, budaya dan sastra dapat mengembangkan nalar, sebagai penangkal dan bisa menjadi artikulasi dalam mewujudkan perdamaian,” imbuhnya.

“Dengan keindahan sastra dapat memikat seseorang atau kelompok sehingga tidak mudah terpengaruh pemikiran atau pemahaman menyimpang dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme,” pungkas dia.

Dialog tersebut menghadirkan penyair dan sastrawan nasional Eka Budianta dari Jakarta, Aan Mansyur dari Makassar, serta sastrawan dan budayawan lokal Sumasno Hadi, Agustina Thamrin dan Jamal T. Suryanata.

Dalam salah satu sesi, sastrawan Kalsel, Jamal T. Suryanata menyampaikan, banyak karya sastra yang membawa pesan perdamaian, intinya karya sastra itu mengajak manusia berbuat kebaikan. “Paling strategis sebenarnya karya sastra lewat pendidikan karena sastra bukan media praktis, maka perlu bimbingan guru-guru yang paham sastra,” katanya.

Guru Seni Budaya MAN 2 Model Banjarmasin, Satria Maharini, S.Pd yang turut hadir pada kesempatan itu berharap pemahaman yang didapatkan melalui dialog tersebut dapat diteruskan dan diaplikasikan di tengah masyarakat khususnya para siswa di mana mereka sering berinteraksi.

“Para siswa perlu dibentengi dari benih benih perilaku radikalisme di tengah berbagai macam gempuran aneka pemahaman yang semakin kuat,” imbuhnya. (Rep: Taufik/ Ft: Satria)

Previous MAN 2 Model Mantapkan Komitmen Madrasah Plus Keterampilan
Next MAN 2 Model Berikan Penghargaan Siswa Qori Internasional

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.