Guru MAN 2 Model Dibekali Pelatihan Computer Based Test


Banjarmasin (MAN 2 Model) – Sebagai kontinuitas Penyusunan Instrumen Penilaian Berkualitas Berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS), hari kedua pelaksanaan In House Training (IHT) bagi tenaga pendidik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin diisi dengan pelatihan aplikasi tes berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT), Sabtu (29/09/18) di ruang laboratorium komputer.

Kepala MAN 2 Model Banjarmasin Riduansyah, M.Pd dalam pengantarnya mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan untuk mempermudah guru dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar, mengingat MAN 2 Model merupakan madrasah penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat MA di Kalimantan Selatan.

“Setelah pelatihan ini, diharapkan tidak ada lagi guru yang memiliki kelemahan dalam membuat soal berbasis komputer,” tambahnya.

Kepala Madrasah menargetkan para guru yang berminat bisa menyelesaikan penyusunan soal, dan dapat segera dipublish pada semester ganjil nanti. Sehingga siswa bisa berlatih melalui komputer untuk melaksanakan ujian semester.

Lebih lanjut Kamad berharap pelatihan tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dan tidak hanya untuk UN saja, tetapi juga dapat diaplikasikan pada aktivitas harian seperti tugas, maupun ujian semester dan lain-lain.

Sementara Instruktur Tim ICT Hidayatullah, S.Kom menjelaskan sistem CBT lebih mudah untuk digunakan dan memiliki fungsi fleksibel berupa pemanfaatan sebagai media latihan maupun mengukur kemampuan pengguna dalam menjawab pertanyaan pada ujian.

“Kelebihan lain sistem CBT adalah memungkinkan siswa dapat melakukan tes dari tempat yang berbeda, soal dapat disajikan secara acak baik urutan atau tipenya, dan siswa dapat langsung melihat nilainya,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk perbaikan antara lain penggunaan koneksi internet, komputer peserta dan Computer Usage pada hosting penyedia layanan situs. Akibat dari gangguan pada computer usage adalah kelancaran akses ke situs tes online.

“Untuk masalah hosting tim akan berupaya menambah kapasitas computer usage di penyedia layanan,” pungkasnya.

Di sela kegiatan, salah seorang peserta Abdul Rasid, S.Pd mengaku tes berbasis CBT dapat menjaga kevalidan, karena tidak ada saling contek-mencontek. “Adapun hambatan yang saya rasakan saat pelatihan adalah server perlu diperbesar, karena ada kelemahan sinyal,” sarannya. (Rep/ Ft: Taufik)

Previous Penceramah Ingatkan Keutamaan Menuntut Ilmu dan Menghormati Guru
Next Siswa MAN 2 Model Raih Juara di Ajang Gebyar Milad LPPQ UIN Antasari

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.