Kabid Penmad: Akreditasi Madrasah Harus Didukung Tim yang Solid


Banjarmasin – MAN 2 Model. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. H. Fajriannor Subhi, MM mengingatkan supaya seluruh peserta Workshop Akreditasi mau bekerja bersama secara tim (team work). “Akreditasi madrasah membutuhkan tim yang solid dan mau bekerja dengan ikhlas,” tegasnya saat membuka secara resmi kegiatan Workshop Penyusunan Administrasi dan Akreditasi Madrasah, di ruang belajar PSBB MAN 2 Model Banjarmasin, Jum’at (29/09/17).

Dipaparannya, Kabid Penmad mengungkapkan, akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal. “Lebih jauh, akreditasi sekolah dimaksudkan untuk menilai kelayakan program atau satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, terencana, dan terukur,” paparnya.

Akreditasi sekolah, ujar Kabid seringkali menjadi momok bagi madrasah karena terkait dengan banyaknya perangkat administrasi dan bukti fisik yang harus disiapkan. Standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar penilaian dan standar pembiayaan adalah 8 komponen yang harus terpenuhi.

“Pada akhirnya, kesuksesan satu institusi dalam mencapai akreditasi dengan hasil maksimal adalah kerja sama tim yang solid,” pungkasnya kembali mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model, Riduansyah, M.Pd dalam sambutannya menjelaskan kegiatan workshop ini bertujuan untuk membantu dan memberikan pemahaman kepada pendidik dan tenaga kependidikan MAN 2 Model dalam mempersiapkan akreditasi madrasah yang dijadwalkan pertengahan Oktober mendatang, terutama terkait hal-hal yang bersifat teknis.

Dalam kesempatan itu Kepala Madrasah (Kamad) meminta kepada seluruh peserta workshop agar mampu mengkoordinir masing-masing tim untuk melengkapi hal-hal yang dinilai pada instrumen akreditasi dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah.

“Usahakan guru selengkap mungkin membuat perangkat pembelajaran mulai dari Silabus, RPP, daftar nilai, KKM, analisis Ulangan Harian, contoh soal, bukti tugas terstruktur dan tidak terstruktur serta UH siswa,” jelasnya.

Kamad turut meminta agar semua bukti fisik seperti foto, hasil karya siswa, daftar hadir semua kegiatan di sekolah, baik rapat, kegiatan OSIS, workshop, lomba, pelatihan, dokumentasi lomba, kegiatan, notulen rapat, nota, kuitansi, surat tugas, sertifikat, berita acara dan lain-lain yang terkait, harus disiapkan.

Kegiatan workshop dilaksanakan selama dua hari, 29 s.d 30 September 2017 dan diikuti Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 2 Model Banjarmasin. (Rep/ Ft: Taufik).

Previous Kepala BNNK: Narkoba Mengancam Generasi Muda Bangsa
Next Babinsa: Jadikan Sejarah Kelam Bangsa Sebagai Pelajaran Berharga

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.