Kamad : Guru Pamong Dapat Berkolaborasi dengan Mahasiswa PPL


Banjarmasin – MAN 2 Model. “Guru pamong seyogyanya bisa berkolaborasi dengan mahasiswa PPL,” ujar Kepala MAN 2 Model Banjarmasin Drs. Riduansyah, M.Pd saat serah terima 20 orang mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, di Aula PSBB MAN 2 Model, Senin (17/07/17).

Menurut Kamad, berbagai pengetahuan dan pengalaman yang berharga bagi praktikan atau calon guru dapat digunakan sebagai bekal untuk praktek secara langsung di tempat mengajar yang lebih riil, karenanya Kamad menghimbau kepada guru pamong agar memberikan pendampingan dan bimbingan kepada para praktikan dengan optimal.

Kamad juga mengimbau para praktikan agar dapat berbaur dengan seluruh komponen yang ada di MAN 2 Model Banjarmasin. ”Kami ucapkan selamat datang, jadilah guru yang baik untuk siswa-siswi MAN 2 Model,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kamad berharap agar praktikan dapat melaksanakan tugas sebagai mahasiswa PPL sesuai jadwal yang sudah diprogramkan dengan semaksimal mungkin. “Apabila terdapat kendala dalam proses belajar mengajar maka jangan segan-segan untuk bertanya kepada guru pamong,” tambahnya.

Sementara Supervisor PPL, Muhdi, M.Ag. dalam sambutannya mengatakan mahasiswa UIN Antasari yang melaksanakan praktek PPL berjumlah 20 orang, berasal dari Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 5 orang, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 3 orang, Tadris Bahasa Inggris (TBI) 3 orang, Pendidikan Matematika 6 orang, Bimbingan Konseling 2 orang, tenaga administrasi 1 orang.

Pelaksanaan PPL akan dijadwalkan mulai tanggal 17 Juli s.d 5 September, meliputi observasi sekolah selama 2 hari yakni 17 s.d 19 Juli, praktik 1-5 tanggal 20 Juli s.d 5 Agustus, middle tes tanggal 7 s.d 12 Agustus, praktik 6-10 tanggal 14 s.d 29 Agustus, final test tanggal 30 Agustus s.d 5 September dan penjemputan mahasiswa tanggal 5 September.

Kepada praktikan, Muhdi berharap agar mereka dapat menambah wawasan dalam pengalaman ketika menjadi tenaga pendidik. “Bukan saja ilmu yang didapat di kampus semasa kegiatan belajar mengajar, mahasiswa juga dapat mengaplikasikan secara riil di hadapan masyarakat sebagai seorang guru,” ungkapnya. (Rep/ Ft : Taufik)

Previous Walikota: Generasi Muda Waspada Bahaya Narkoba
Next Kamad : Persiapkan Diri Hadapi UN dan SNMPTN Sejak Dini

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.