Ketua IGI : Guru Mati Harus Meninggalkan Karya


Banjarmasin – MAN 2 Model. “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, guru mati harus meninggalkan karya berupa buku,” ujar Adnani, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Kalimantan Selatan saat memberikan sambutan pada Workshop Literasi Produktif Berbasis Tablet Sagusaku (Satu Guru Satu Buku) yang digelar Pengurus IGI Kalsel, di Aula BKKBN Prov. Kalsel, Sabtu (12/08/17).

Adnani menambahkan, saat ini masih banyak keluhan rendahnya daya literasi di kalangan guru, ditambah minimnya kemampuan guru untuk menulis dan mempublikasikan karya. “Melalui workshop ini, IGI memfasilitasi guru-guru di Kalsel untuk mampu menulis dan menerbitkannya menjadi buku,” tambahnya.

Lebih lanjut, peserta akan dibimbing narasumber selama 3 bulan secara online sampai bukunya terbit. “Selesai kegiatan ini, para guru bisa menularkan semangat dan kemampuan menulis kepada guru-guru yang lain,” harapnya lagi.

Kegiatan workshop dihadiri Perwakilan DPD RI Kalimantan Selatan Antung Fatmawati, Ketua Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia Pusat, Nur Badriyah, Narasumber Doddi Ahmad Fauji, Pengurus IGI Wilayah Kalsel dan Pengurus IGI Kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Anggota DPD RI Perwakilan Kalsel Antung Fatmawati menyambut baik dan memberikan apresiasi pelaksanaan kegiatan workshop literasi produktif yang digagas IGI tersebut. “Kegiatan ini sangat positif untuk meningkatkan kualitas guru dan dunia pendidikan di Kalsel pada umumnya,”harapnnya.

Sementara Ketua IGMP Bahasa Indonesia Pusat Nur Badriyah dalam sambutannya mengungkapkan, kendala yang sering dihadapi para guru dalam menuangkan ide dalam bentuk tulisan. “Banyak guru yang masih bingung dari mana memulai tulisan, bagaimana menulis yang baik sampai bagaimana mengajukan naskah ke penerbit,” terangnya.

Melalui Workshop tersebut peserta akan dibimbing untuk menulis produktif, yakni menghasilkan karya tulis hingga terbit menjadi buku. “Karya guru yang berhasil terbit, akan ditampilkan pada ajang Global Educational Suplies and Solution (GESS) d Jakarta Convention Center 27 s.d 29 September mendatang,” imbuhnya.

“Karya-karya guru sagusaku IGI juga akan dirilis pada momentum Hari Guru Nasional (HGN) 26 November mendatang dan Festival Internasional Dewi Sartika,” pungkasnya.

Salah seorang peserta dari MAN 2 Model Banjarmasin, Endang Pertiwi mengungkapkan harapannya agar kegiatan workshop literasi produktif bisa memberikan ide dan inspirasi untuk mulai menulis. “Syukur syukur kalau layak diterbitkan dalam bentuk buku,” ungkapnya.

Workshop Literasi Produktif Berbasis Tablet akan berlangsung 12 s.d 13 Agustus dan dibimbing trainer nasional serta diikuti 100 orang guru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA di Kalimantan Selatan. (Rep/ Ft: Taufik).

Previous Genderang Irama Akan Meriahkan Pembukaan Marching Band Paman Birin Cup 2017
Next Dua Siswa MAN 2 Model Sumbang Dua Medali pada Ajang Aksioma

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.