MAN 2 Model Mantapkan Komitmen Madrasah Plus Keterampilan


Banjarmasin – MAN 2 Model. Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin terus berupaya memperteguh posisinya sebagai madrasah ”plus” keterampilan yang nantinya mampu membekali siswanya dengan berbagai keterampilan vokasional untuk mandiri.

Hal tersebuti disampaikan Kepala MAN 2 Model, Riduansyah, M.Pd di ruang kerjanya, Rabu (31/05/17) terkait hasil pertemuan Focus Group Discussion (FGD) Kepala MAN Keterampilan di MAN 2 Kulon Progo Yogyakarta pertengahan Mei lalu.

Kamad menyampaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI sebagai lembaga membawahi semua madrasah di Indonesia mencatat ada 234 madrasah yang memiliki program keterampilan sejak 1998.

Sebagian besar, lanjut dia, keterampilan bidang otomotif dan tata busana. Sisanya di bidang komputer, teknologi informasi, teknik mesin, elektronik, tata boga, kerajinan, pertanian, peternakan, dan sebagainya. “Sekaranglah saatnya membekali peserta didik dengan aneka keterampilan sebagai bekal hidup mereka, mengingat tidak semua lulusan madrasah tertarik dan berkesempatan melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi,” terangnya.

Ditambahkannya, Madrasah keterampilan merupakan ikhtiar pemerintah untuk membekali kecakapan hidup atau life skill para lulusan madrasah agar siap memasuki dunia kerja.

Ia menyebutkan, madrasah yang sudah mapan memiliki program keterampilan yakni MAN 1 Garut, MAN 13 Jakarta, MAN Kendal, MAN 1 Jember, dan MAN 2 Banjarmasin Kalimantan Selatan. Selanjutnya MAN 13 Jakarta, MAN 15 Jakarta, MAN 8 Jakarta, MAN 1 Jakarta, MAN 22 Jakarta, MAN 1 Kendal, MAN 1 dan 2 Medan, MAN 1 Bukittinggi, MAN 1 dan 2 Watampone, MAN 1 Praya NTB, MAN 1 Bandung, MAN 2 Kudus dan MAN 1 Tuban.

Ditambahkannya, sejak tahun 1998 MAN 2 Model Banjarmasin sudah membuka program keterampilan di antaranya Tata Busana, Teknik Otomotif, Teknik Elektronik, Teknik Komputer. Tiga tahun terakhir, MAN 2 Model juga membuka program keterampilan Tata Boga dan keterampilan Pertanian / Perikanan.

Materi mengacu dari SMK antara lain: 25% teori, 75% praktik, ditambah praktek kerja lapangan (PKL). “Di akhir semester empat, siswa diwajibkan menyusun tugas akhir untuk memperoleh sertifikat keterampilan. Sertifikat keterampilan ini bekerja sama dengan dunia usaha dan industri agar siswa MAN 2 Model layak masuk dunia kerja,” pungkas Kamad.

Sementara Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum, Sitti Rostina, M.Pd berharap sebagai madrasah keterampilan, MAN 2 Model bertekad mampu mendidik siswanya bukan sebagai pekerja tetapi sebagai orang yang mampu memanajemen pekerja.  Pihaknya berkomitmen meningkatkan prestasi dan kualitas program keterampilan melalui pengelolaan yang tepat.

“Komitmen ini  juga berdasar analisis kebutuhan, dimana masyarakat memerlukan sekolah yang mendidik siswanya siap masuk ke dunia kerja.  Hal ini juga mengingat minat masyarakat yang cenderung  menginginkan anaknya dapat mandiri dan bekerja setelah lulus,” imbuhnya.

Manajemen madrasah juga akan melanjutkan kerja sama dengan berbagai instansi dan industri untuk meningkatkan kemampuan keterampilan siswanya. “Tahun 2015 kami sudah adakan kerja sama dengan PT. Honda Trio Motor dan Duta TV, baru-baru tadi MAN 2 Model juga menandatangani MoU dengan Politeknik Negeri Banjarmasin serta Banjar TV,” ujar Rostina. (Rep/ Ft: Taufik)

Previous Juara Tiga MTQ Internasional, Qori Asal Banjarmasin Ini Bersyukur Bisa Bersalaman dengan Erdogan
Next Direktur BNPT: Guru Seni Budaya dan Sastra Sebarkan Pesan Anti Radikalisme

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.