Narasumber: Pembelajaran Berkualitas Harus Didukung Asesmen Kelas Berkualitas


Banjarmasin – MAN 2 Model. Untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas diperlukan asesmen kelas yang berkualitas pula. Asesmen kelas seyogyanya selalu dikaitkan atau diintegrasikan dengan pembelajaran, baik itu terkait materi atau pun strateginya.

Hal ini antara lain yang disampaikan nara sumber Prof. Dr. Kumaidi, Ph.D. saat memberikan materi pada Seminar Nasional Penguatan Literasi Guru dalam Asesmen Kelas yang dilaksanakan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Unit Koordinasi Daerah Kalsel bekerjasama dengan Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), di Hotel Aria Barito Banjarmasin, Sabtu (29/07/17).

Dijelaskan Dosen Fakultas Psikologi dan Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini, pengintegrasian asesmen dan pembelajaran juga akan meningkatkan validitas kepengajaran (instructional validity) asesmen dan akan memudahkan upaya pembimbingan dan perbaikan prestasi belajar siswa secara berkesinambungan.

“Seminar ini mencoba mengadvokasi perlunya guru berusaha mengintegrasikan asesmen kelas dan pembelajaran secara berkesinambungan agar diperoleh hasil pembelajaran yang optimal,” terangnya.

Lebih lanjut, Ketua II Pengurus Nasional HEPI ini dalam makalahnya memaparkan kedudukan asesmen dalam konteks pembelajaran, starategi asesmen, kendala implementasi di kelas dan usul perbaikan aturan yang dipakai untuk mengoptimalkan kinerja guru di kelas.

“Ada empat dasar yang harus dipenuhi dalam sistem asesmen pendidikan. Pertama yaitu asesmen harus didasarkan pada perspektif pembelajaran siswa. Kedua, apa yang diajarkan dan apa yang dinilai harus jelas dan selaras. Ketiga, peran guru adalah manajer dan pengguna data penilaian, dan yang terakhir adalah penilaian kelas harus mengikuti standar validitas dan reliabilitas,” jelasnya.

Usai kegiatan, salah seorang peserta dari MAN 2 Model Banjarmasin, Hj. Endang Pertiwi, M.Pd berharap, dengan pelaksanaan seminar nasional ini dapat memberikan kontribusi positif untuk mengembangkan kompetensi dan memberdayakan diri tentang asesmen kelas. “Para guru diharapkan mampu mengembangkan penilaian berbasis kelas dengan menekankan model penilaian otentik, yakni penilaian sikap, keterampilan dan pengetahuan secara terintegrasi,”ujarnya.

Seminar Nasional merupakan rangkaian Kongres dan Konferensi Ilmiah yang digelar selama 2 hari berturut-turut, 28 s.d 29 Juli dan diikuti Pengurus HEPI Pusat, Pengurus HEPI UKD Kalsel, guru dan tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa, para peneliti dan pemerhati Pendidikan khususnya di bidang evaluasi dan pengukuran Pendidikan. (Rep : Taufik/ Ft: Endang).

Previous Dinas Kesehatan Ambil Sampel Jajanan di Kantin MAN 2 Model Banjarmasin
Next Teater Tunas Banua Akan Berlaga di Tingkat Nasional

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.