Siswa Keterampilan Tata Busana Praktek Pembuatan Sasirangan


Banjarmasin (MAN 2 Model) – Sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran outdoor, sebanyak 30 orang siswa Program Keterampilan Tata Busana Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin melakukan kunjungan ke perajin kain Sasirangan lokal “Keluarga Sasirangan” di Jalan Sungai Jingah RT.6 No.65 Banjarmasin, Senin (01/10/18).

Kepala Bengkel Keterampilan Tata Busana, Hj. Darmalina Nadeak mengatakan, kunjungan tersebut akan menambah pengetahuan siswa tentang bagaimana membuat lukisan dan aneka motif pada kain sasirangan. “Saya mengajak para siswa mengenalkan pembelajaran outdoor dengan berkunjung ke perajin kain sasirangan lokal,” ujarnya.

Kegiatan tersebut jelas Darmalina bermanfaat bagi mereka yang nantinya ingin mengembangkan keterampilan membuat kain sasirangan. “Dari kegiatan pembelajaran outdoor ini, para siswa dapat menyaksikan dan praktek langsung tata cara pembuatan kain khas Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, para siswa dipandu secara langsung proses pembuatan kain Sasirangan oleh instruktur dari Keluarga Sasirangan, mulai proses mendesign motif, merajut, mencelup, membuka rajutan, mencuci dan mensetrika.

Dipengantarnya, Nurul Zainah selaku instruktur menjelaskan, sasirangan berasal dari kata menyirang yang memiliki arti menjelujur. Dinamakan sasirangan karena kain ini sering dikerjakan dengan cara menjelujur kemudian diikat dengan menggunakan tali rafia dan kemudian dicelup.

“Siapa saja dapat melakukan pembuatan kain sasirangan. Untuk menghasilkan selembar kain sasirangan yang baik, sempurna dan bermutu, diperlukan kesungguhan, ketelitian dan kecermatan,” terangnya.

Lebih lanjut, sebagai salah satu buah karya masyarakat Kalimantan Selatan yang diwariskan secara turun temurun, kain sasirangan digunakan warga setempat untuk membuat pakaian adat Suku Banjar baik di kalangan rakyat biasa maupun keturunan para bangsawan.

“Mengikuti perkembangan zaman, kain sasirangan tidak hanya menjadi pakaian adat namun juga sandang khas Banjar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah dia lagi.

Salah seorang siswa Khaida Annisa mengaku sangat senang mengikuti kunjungan tersebut, karena dapat menambah pengalaman dan pengetahuan tentang pembuatan seni kain khas daerah Banjar. “Siapa tahu nanti saya bisa mengembangkan bisnis rumahan melalui kegiatan ini,” tukas siswi kelas XII IPS 2 tersebut. (Rep: Taufik/ Ft: Jiabus)

Previous Wakamad Pimpin Pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila
Next Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Mahad At-Tanwir Kunjungi MAN 2 Kota Malang

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.