Cegah Gerakan Radikalisme, Polda Libatkan Lembaga Pendidikan


Ada banyak cara dan metode yang dilakukan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan dalam rangka membatasi dan mencegah gerak paham radikal dan anti-Pancasila di bumi Lambung Mangkurat.

Salah satu terobosan yang mereka lakukan baru-baru ini adalah dengan meluncurkan program pengisian angket kepada masyarakat, termasuk lembaga-lembaga pendidikan. Dalam angket tersebut responden diminta menuliskan saran dan pendapat terkait maraknya radikalisme dan kekerasan mengatasnamakan agama.

Tidak terkecuali MAN 2 Model (Manda) Banjarmasin. Madrasah yang beralamatkan di Jalan Pramuka ini juga menjadi sasaran Polda KalSel untuk diminta pandangan dan sarannya terhadap paham radikal yang belakangan ini semakin marak.

Pihak Polda Kalsel mengirim Kompol H. Sunaryo, Dit Binmas Polda Kalsel untuk bertandang ke Manda dan langsung disambut Kepala Madrasah (Kamad) Manda Dra. Halimatussa’diah, M.Pd didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas Hasbi Wayhie, M.Pd, Kamis (04/02/16).

Di hadapan Kamad Manda, Kompol Sunaryo menjelaskan jajaran kepolisiaan merasa perlu mendapatkan berbagai macam pandangan dan saran terhadap gerakan radikalisme dan antipancasila dari masyarakat. “Pandangan dan saran itu selanjutnya akan dievaluasi guna menentukan arah kebijakan dari jajaran Kepolisian,” ungkap Kompol Sunaryo.

Menurut Kamad, gerakan kekerasan (radikal) tidak bersesuaian dengan ajaran agama Islam. Dalam dunia pendidikan pun tidak pernah mengajarkan kekerasan maupun pemaksaan paham kepada orang lain.

Kamad menambahkan, sesuai visi misi madrasah, gerakan radikal harus dilawan dengan cara melaksanakan pendidikan karakter dan sering menyampaikan ajaran agama Islam yang komprehensip. “Pendidikan karakter dapat menjadi tameng utama dalam pencegahan gerakan radikal dan antipancasila,” ungkap Kamad.

Terkait pendidikan karakter yang telah dilakukan, Kamad Manda menuturkan Manda telah melaksanakan program Jum’at Taqwa dengan tausiah dari para ulama dan habaib. “Para siswa juga kita biasakan melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an setiap awal pembelajaran,” pungkas Kamad. (Rep/ Ft: Hasbi)

Previous Manda Siap Gelar Karnaval Budaya Banjar
Next Banjar Fashion Carnival dalam Rangka HUT ke 26 Manda Banjarmasin

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.